Dalam Minggu I Doa dan Puasa untuk ULMWP (United Liberation Movement for West Papua) menjadi anggota penuh MSG (Melanesian Spearhead Group), kita telah tiba paga akhir dari Minggu I, Minggu Memanggli Nama-Nama Allah atau dalam UUDS 2020 West Papua menyebutnya YHWH atau Yahwe.
Minggu I ialah minggu kita memanggil berbagai nama-nama Allah. Intisari dari nama-Nya ialah “AKU ADALAH AKU”, “I AM WHO I AM”, yang dalam bahasa Walak disebut “Endaga Dlek” atau dalam bahasa Lani disebut “Endage Lek” Ia hanya ADA, dan dalam ke-ADA-an-Nya itu tidak bernama, IA BER0ADA.
- “I am who I am” – an evasion of Moses’s question;
- “I am who am” or “I am he who is” – a statement of the nature of Israel’s God [‘Elohiym];
- “‘I Am’ is who I am,” or “I am because I am” – this version has not played a major part in scholarly discussion of the phrase, … <https://en.wikipedia.org/wiki/I_Am_that_I_Am>
Dari ketiga penjelasan dalam WIkipedia ini terlihat jelas bahwa
- Akulah Aku, jawab Allah kepada Musa, pada saat Musa menanyakan apa yang akan dijawabnya bilamana bangsa Isreal bertanya kepadanya “Kamu siapa?” dan “Siapa yang menyuruhmu?”
- Akulah Dia itu, yaitu Dia yang menciptakan, Dia yang kekal, Dia yang mahakuasa, Dia yang menyelamatkan, Dia …..
- Aku karena Aku, yaitu tabiat Allah, kerena Dia-lah Dia, tidak dapat digantikan, tidak dapat ditambah, tidak dapat dikurani.
Kita memuji dan memuliakan, setelah memanggil nama-nama-Nya dalam bahasa kita sendiri, dan bahasa asli orang Yahudi seperti telah dicatat dalam artikel I AM WHO I AM.
Kemudian dalam Minggu II, yaitu mulai tanggal 11 sampai tanggal 20 kita akan fokus dalam tema: UNDANGAN KEPADA YHWH.
Kita mengudangn Dia “Datanglah kerajaan-Mu” dan “jadilah kehendak-Mu di Bumi Seperti di sorga”.
Kita mengundang YHWH datang untuk menjadikan kehidupan kami sehari-hari, keluarga kami, keompok kami, perjuangan kami, pemerintahan kami, suku kami, marga kami, memancarkan cahaya kemuliaan YHWH. Kemulian-Nya terpancar karena Dia sendiri yang mengaku diri AKU ADALAH AKU, hadir di sini, hadir sekarang.