Dalam rangka membantu kita untuk melanjutkan Doa dan Puasa, sebagaimana diorganisir oleh Papua Women Esther Group, maka dari Pasukan Operasi Khusus West Papua Army menyampaikan sejumlah petunjuk seperti berikut.
(Kami perlu jelaskan bahwa petunjuk Doa Puasa yang diberikan di sini tidak terkait atau tidak sama dengan petunjuk yang telah diberikan di suarapapua.com yang juga kami muat dalam situs-situs kami di sini: frastpraypraise.news.blog, fastpraypraise.wordpress.com, blog.fastpraypraise.click)
Tujuan Doa – Puasa: Pemulihan bangsa Papua
dengan cara
- Meminta Tuhan mengampuni NKRI: bangsa dan orang Indonesia dan negara Indonesia, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat terhadap tanah Papua dan Bangsa Papua sejak mereka menginjakkan kaki mereka di wilayah West Papua.
- Meminta Doa Pengampunan atas dosa-dosa nenek-moyang, orang tua, dan dosa-dosa sendiri, untuk memutuskan hubungan dosa, kutuk dosa masa lalu dan memutuskan segala dampak dari perbuatan dosa pribadi, keluarga, keturunan;
Dengan dua pokok doa utama ini, maka kita berdoa dengan sungguh-sungguh, dengan cara dan pendekatan kita masing-masing, menurut petunjuk Roh Kudus yang ada di dalam hati kita masing-masing, kita datang kepada Tuhan Allah, meminta pengampunan dan penyucian dari Allah Bapa di sorga atas segala perbuatan nenek-moyang, orang tua dan pribadi kita sendiri.
Perbuatan-perbuatan dimaksud antara lain:
- Dosa perdukunan dan penyembahan berhala yang dilakukan oleh nenek-moyang dan orang tua bangsa Papua;
- Kita batalkan kutuk keturunan
- Kita batalkan kutuk masa lalu
- Kita batalkan kutuk masa depan
- Kita batalkan kutuk atas perbuatan dan dosa-dosa nenek moyang kita.
- Dosa perbuatan dan perkataan kita sendiri sejak kita dilahrkan sampai hari ini. Segala jenis dosa pikiran dan perbuatan kita akui dan kita minta ampun kepada Allah Bapa di sorga
Ikuti dan panjatkan doa-doa pemutusan kutuk dan doa-doa berkat sebagaimana diajarkan hamba Tuhan Pdt. Daud Tony dalam Video sebagai berikut:
Mengapa Harus Minta Doa Pengampunan untuk Indonesia?
Alasan utama dan pertama untuk meminta pengampunan dari Tuhan untuk NKRI, untuk Indonesia, untuk orang-orang Indonesia, untuk gereja di Indonesia, untuk hamba-hamba Tuhan di Indonesia, untuk pejabat gereja di Indonesia dan untuk pemerintah Indonesia, pejabat TNI dan Polri dan anggota TNI dan Polri, PNS dan seluruh pejbatan NKRI, dan seluruh rakyat Indonesia karena ialah MEREKA TIDAK TAHU APA YANG MEREKA PERBUAT.
Apa yang mereka tidak tahu?
- Mereka tidak tahu bahwa orang Papua ialah manusia ciptaan Allah, serupa dan segambar dengan Allah, sama dengan orang Indonesia, yang tidak boleh dibunuh dengan alasan apapun;
- Mereka tidak tahu bahwa Tanah Papua ialah milik bangsa Papua, ras Melanesia, yang diberikan Allah sejak penciptaan sampai kiamat. Allah menciptakan manusia dan menempatkan manusia menurut kaum dan bangsanya di tempatnya masing-masing. Oleh karena itu perbuatan bangsa lain mendatangi dan menguasai tanah leluhur bangsa lain ialah sebuah penjajahan yang harus dihapuskan dari muka bumi.
- Mereka tidak tahu bahwa berdusta menentang nurani dan realitas ialah berdosa di hadapan Tuhan.
- Menyatakan orang Papua sebagai sebagsa dengan orang Melayu adalah sebuah dusta
- Menyatakan tanah Papua sebagai setanah air dengan Indonesia adalah dusta.
- Menyatakan orang Papua telah setuju bergabung dengan NKRI tahun 1969 adalah dusta.
- dan banyak dusta lain yang bisa didaftarkan di sini.
- Mereka tidak tahu bahwa mereka sedang mendiamkan kejahatan terjadi di Tanah Papua atas bangsa Papua, tetapi mereka memilih untuk berdiam diri.
- Banyak hamba Tuhan tidak berani menyatakan kebenaran bahwa Tanah Papua dan bangsa Papua bukan miliki NKRI
- Banyak hamba Tuhan tidak berani menyatakan kebenaran bahwa membunuh orang Papua dan hamba-hamba Tuhan Papua baik secara terbuka dan dengan racun adalah perbuatan dosa yang mendatangkan kutuk bagi NKRI, orang Indonesia dan juga gereja-gereja di Indonesia
- Banyak hamba Tuhan memanggil orang Papua sebagai saudara seiman di dalma Yesus Kristus akan tetapi pada saat dibunuh, mereka terus mengatakan saudara sebangsa dan setanah air. Banyak Pendeta telah dibayar pemerintah dan aparat keamanan menyelenggarakan ibadah Kebaktian di Tanah Papua, padahal pada saat yang sama mereka tahu pemerintah sednag membunuh orang Papua, yang notabene adalah orang Kristen, yang notabene Pendeta adalah gembala dari anak-anak Tuhan.
- Banyak hamba Tuhan menyatakan bahwa pemerintah ialah wakil Allah oleh karena itu melawan pemerintah ialah melawan Allah. Padahal mereka tidak menegur atau berteriak keras ketika hamba-hamba Tuhan dibunuh, ketika jemaat Tuhan mengungsi ke hutan-hutan dan keamanan hidup tidak terjamin, sampai harus melarikan diri ke negara lain.
- Mereka tidak tahu bahwa berpikir adalah kemauan mereka West Papua harus berada di dalam NKRI.
- Padahal NKRI hanyalah kaki-tangani iblis, yang digunakan iblis untuk melanggengkan kejahatan, kesengsaraan, kematian atas bangs Papua. Ketika titik kesdaran tiba, maka bangsa Indonesia harus mengaku kesalahan dan harus keluar dari Tanah Papua.
- Mereka selalu menyalahkan luar negeri mengobok-obok masalah West Papua, padahal mereka tidak sadar bahwa justru iblis yang ada di istana Jakarta yang menghendaki West Papua ada di dalam Indoensia walaupun dengan resiko berdarah-darah, karena mereka-pun tidak akan menanggung resikonya, justru orang Indonesia yang menanggungnya.
[Bersambung …]